Welcome


counters

Sabtu, 01 Februari 2014

PINANG
Areca Catechu
 
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Cacingan, Perut kembung, Luka, Batuk berdahak, Diare, Kudis; Koreng, terlambat haid,
keputihan, beri-beri, malaria, difteri; Tidak nafsu makan, Sembelit, Sakit pinggang, gigi dan
gusi,;
BAGIAN YANG DIPAKAI: Biji, daun, sabut.
KEGUNAAN:
1. Biji (Binglang):
- Cacingan: taeniasis, fasciolopsiasis.
- Perut kembung akibat gangguan pencernaan.
- Bengkak karena retensi cairan (edema).
- Rasa penuh di dada.
- Luka.
- Batuk berdahak.
- Diare.
- Terlambat haid, Keputihan.
- Beri-beri,edema.
- Malaria.
- Memperkecil pupil mata (miosis) pada glaucoma.
2. Daun:
- Tidak napsu makan.
- Sakit pinggang (lumbago).
3. Sabut:
- Gangguan pencernaan (dyspepsia).
- Sembelit.
- Edema dan
- beri-beri.  
PEMAKAIAN:
Untuk minum: 5-10 g biji kering atau 5-10 g sabut, rebus. Pemakaian luar : Biji secukupnya
direbus, airnya untuk mencuci luka dan infeksi kulit lainnya.
CARA PEMAKAIAN:
1. Cacingan: 30 g serbuk biji pinang direbus dengan 2 gelas air, didihkan perlahan lahan
seiama 1 jam. Setelah dingin disaring, minum sekaligus sebelum makan pagi.
2. Luka: Biji ditumbuk halus, untuk dipakai pada luka.
3. Kudis: Biji pinangdigiling halus, tambahkan sedikit air kapur sirih sampai menjadi
adonanseperti bubur. Dipakai untuk memoles bagian tubuh yang kudis.
4. Koreng: Pinang, gambir, kapur sirih masing-masing sebesar telur cecak, tembakau
sebesar ibu jari dan 1 lembar daun sirih segar. Bahan-bahan tersebut dicampur ialu digiling
halus. Lumurkan pada koreng yang telah dibersihkan.
5. Disentri: Buah pinang yang warnanya kuning muda dicuci lalu direndam dalam 1 gelas
air selama beberapa jam. Minum air rendaman pinang.
6. Membersihkan dan memperkuat gigi dan gusi: Biji pinang diiris tipis-tipis. Kunyah
setiap hari selama beberapa menit, lalu ampasnya dibuang.
7. Sakit pinggang: Daun secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus. Tambahkan minyak
kelapa secukupnya, panaskan sebentar di atas api. Hangat- hangat dipakai untuk
mengompres bagian pinggang yang sakit.
8. Difteri: 1 butir biji pinang kering digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir air panas dan
1 sendok makan madu. etelah dingin dipakai untuk kumur-kumur di tenggorokan selama 2-3
menit, lalu dibuang. Lakukan 3 kali sehari.
Efek samping: Senyawa alkaloid yang dikandung pada buah cukup berbahaya untuk sistem
syarat. Yang umum terjadi adalah mual dan muntah (20-30%), sakit perut, pening dan nervous.
Untuk mengurangi kejadian muntah, minumlah rebusan obat setelah dingin. Efek samping yang
jarang terjadi adalah luka pada lambung yang disertai muntah darah. Tanda-tanda kelebihan
dosis: Banyak keluar air liur (qalivation), muntah, mengantuk dan seizure.
Pengobalan: Cuci lambung dengan larutan potassium permanganate dan injeksi atropine.
Untuk mengurangi efek racunnya, pemakaian biji pinang sebaiknya yang telah dikeringkan, atau
lebih baik lagi bila biji pinang kering direbus dahulu sebelum diminum. Kebiasaan mengunyah
biji pinang, dapat meningkatkan kejadian kanker-mukosa pipi (buccal cancer).